Loser Chap 03

image

Author : MARIA KIM

Cast    :  Kwon Yuri  And Jessica Jung

Main cast :Kim Taeyeon,Hwang Tiffany,Soo Ju hyun,Choi Sooyoung,Lee Sunny

Gendre :Drama

Rating :PG 17+

Semua Tokoh yang ada dalam fanfict ini adalah milik keluarga,agency dan tuhan bukan milik author.

“Tidak mungkin..!kau harus bisa menemukannya bodoh..!!”Tuan Kwon tak dapat membendung air mata sedihnya,sudah berapa anak buah yang ia lepaskan untuk mencari putra semata wayangnya dalam waktu yang tidak bisa dikatakan sedikit yaitu sepuluh tahun.

“Tuan..maafkan kami,semua negara telah kami kunjungi namun tetap saja Tuan muda belum ditemukan,”Salah seorang namja yang terlihat gugup karena melihat kemarahan majikannya.

Di ruangan yang serba klasik tersebut Tuan Kwon yang sudah tua dan sakit-sakitan,rambutnya semakin memutih dan kulitnya semakin keriput disertai tulang yang rapuh.Sebuah foto namja kecil yang polos diatas meja kerjanya terlihat sudah mulai berdebu lagi,walaupun sebenarnya hampir rasanya setiap detik dibersihkan namun tetap saja debu-debu itu seolah ingin menghapus foto namja cilik itu.Tuan Kwon yang tak kuat menahan kerinduannya segera meraih foto itu lalu perlahan jemari keriputnya kembali menyapu foto itu agar ia dapat melihat wajah putranya.”Yuri,kau dimana nak Appa sangat merindukanmu,apakah kau masih hidup atau sebaliknya Appa sama sekali tidak tahu..”

Yuri terlihat lemah saat terbaring di ruangan serba putih itu,matanya tertutup rapat dan detak jantungnya terlihat tidak normal.Jessica terus termenung menatap Yuri dari jendela ruang ICU  tersebut,perasaan sedih dan tertekan menjadi satu saat mengingat kejadian yang mengakibatkan belahan jiwanya itu terbaring koma seperri itu.

“Hiks..hiks..hiks…”Isak tangis terus-terusan terdengar dari Yeoja rapuh itu,apa daya yang ia punya selain berdiri kaku seperti itu.Ingin sekali ia menolong Yuri dengan mengorbankan nyawanya namun percuma saja,dia bukanlah tuhan yang bisa seenaknya mengatur takdir hidup setiap manusia.

“Ternyata racun berbahaya telah menjalar keseluruh tubuhnya,saat ini dia koma dan kami berjanji akan terus memantau perkembangan kesehatan organ tubuhnya terutama usus.”

“Hiks..hiks…Yuri..hiks..”Jessica semakin terisak saat mengingat kembali perkataan dokter tentang kesehatan Yuri.Jemarinya meremas kuat  ujung piyamanya yang belum sempat ia ganti karena terlalu panik.Menurut Jessica ujian terberat yang menimpa hubungan sucinya dengan Yuri adalah saat ini,perusahaan appanya mau bangkrut dan Yuri Koma.”Yul mianhae aku tidak bisa menjadi seseorang yang paling indah bagimu,”

Jessica segera keluar dari rumah sakit itu dengan langkah pelan melintasi orang-orang yang sedang ramai karena ada banyak korban gempa susulan dari Jepang.Hampir saja ia menabrak seseorang hingga harus terkena sedikit cacian yang ia tidak pedulikan sediktpun,di dalam pikirannya hanyalah Kwon Yuri.Sementara itu Tuan Jung semakin khawatir akan nasib perusahaannya,itu terjadi karena ketatnya persaingan teknologi terutama dibidang handphone.Saat ini perusahaan itu sedang mencari investor untuk memodali pembuatan Alat telekomunikasi terbaru.

Taeyeon berjalan dengan gaya coolnya menuju ruangan Tuan Jung dengan membawa bekal kesopanan dan banyaknya harta,ia berniat untuk meminang putri semata pertama Jung Group.

“Tok tok..”

Tuan Jung menoleh sesaat saat mendengar suara itu,ia sedang kalut untuk saat ini namun sebagai seorang pengusaha yang sangat mengutamakan kesopanan.

“Siapa!,”Ujarnya.

“Ada yang datang ingin bertemu dengan anda tuan,dia Putra Tuan Kim Group,”

Tuan Jung tersenyum saat mendengarnya,ia segera mengizinkan namja imut itu masuk kedalam.Taeyeon segera masuk dengan langkah sopan dan mempesona,jasnya rapi dan mahal apalagi sepatunya.

“Oh..nak Taeyeon silakan duduk..”Sambut Tuan Jung dengan Ramah sembari mempersilakankan Taeyeon untuk duduk di sofa.

“Oh ajhushi,saya jadi malu he he..ehmm..”Ujar Taeyeon dengan gaya gugup yang ia buat-buat membuat Tuan Jung terkekeh kecil melihatnya.

“Ah kau ini,ya sudah katakan ada perlu apa kau datang kesini..”

Taeyeon sedikit berapi-rapi saat ingin mengutarakan maksud kedatangannya kali ini,dalam hatinya juga terbesit perasaan gugup dan tidak percaya diri namun semuanya harus segera ditepis karena dia adalah Namja yang jantan dan pemberani pastinya.”Aku ingin melamar Jessica ajhushi,ya begitulah..emm…tapi kalo anda menolak..”

“Benarkah..?kau tidak bercanda nak.?,”Tuan Jung terlihat sangat senang dengan lamaran Taeyeon karena selama ini ia menilai namja itu adalah baik dan sopan,kaya raya,tampan,dan pekerja keras.

“Tentu saja tidak Tuan..ya begitulah,”Taeyeon terlihat semakin gugup dan memijat-mijat lehernya yang sebenarnya tidak pegal.

“Ha ha..kau jangan kecewa Kim Taeyeon,aku sangat setuju jika putriku menikah denganmu,oh ya lebih baik kau dan sekeluarga mendatangi kami untuk melamar secara resmi..”

Taeyeon tertawa dibalik senyum senangnya,dia orang yang mempunyai kendali wajah yang sangat bagus sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa dia orang yang serba aneh.”Ajhushi,aku akan membayar semua biaya produksi jadi jangan khawatir bahwa perusahaan ini akan bankrut.”Kata Taeyeon,ia tahu bahwa ajhushi yang ada dihadapannya ini sangat mudah diajak kerja sama.

“Ah..nanti saja kau urus yang itu,yang terpenting kau bisa membahagiakan putriku Jessic Jung..”Taeyeon tersenyum manis mendengarnya,trik seperti ini memang sudah sangat populer bahkan pasaran yang biasa dijumpai di drama-drama atau film di televisi,namun hingga saat ini masih efektif terutama diera mau kiamat ini.

“Benar sekali Jessica,kau pasti akan bahagia bersamaku..”

+++++++++

Setelah berpenampilan rapi,Jessica dengan tergesa-gesa kembali ke rumah sakit walaupun ia tahu jika Yuri mustahil untuk ciuman saat ini tapi bagi Jessica melihat tubuhnya saja sudah cukup.Rasa sedih terus menjalarinya disaat dalam perjalanan dan air matanya terus-menerus menetes entah karena apa padahal ia sudah menyapunya berkali-kali.Ia segera Turun dari taxi dan berlari-lari kecil melintasi lorong-lorong ruangan dirumah sakit terbesar di korea itu,tiba-tiba..

“Bukkk…awww”

Jessica tidak sengaja menabrak seorang ajhushi tua yang sakit-sakitan dan memakai tongkat,ia terkejut karena ajhushi itu terjatuh dan meringgis.

“Asuh..anak muda zaman sekarang..wala wala..!”Omelnya pelan seraya berusaha untuk kembali berdiri.

“Mianhae ajhushi,..!!”Jessica berkali-kali membungkukan badannya karena merasa sangat bersalah,sehingga air matanya bukannya kering tapi bertambah banjir.

“Mianhae ajhushi hiks hiks hu hu..”Jessica sudah tidak peduli lagi dengan apa pendapat ajhushi yang ada dihadapannya ini tentang sikapnya yang seperti bocah kecil.

Ternyata ajhushi itu adalah  Ayahnya Yuri yaitu Kwon yang sedang melakukan terapi jantung di rumah sakit itu,dia sama sekali tidak mengetahui bahwa yeoja yang ada dihadapannya saat ini menangis karena putranya yang koma.

“Kau kenapa nak,ada masalah..”Ucap Tuan Kwon mendekati Jessica yang terlihat menunduk saja sambil terisak-isak tidak menentu.Tuan Kwon ikut merasa sedih melihat tangisan Jessica.

Jessica menggeleng lemah sehingga membuat Tuan Kwon penasaran,ada apa dengan gadis ini dan kenapa ia begitu sakit saat melihat Jesssica menangis seperti itu.

“Kwon Yuri..ajhushi,dia kekasihku yang sedang koma,,,”

“Apa..Kwon Yuri kekasihmu..?”Tuan Kwon bagaikan tersambar petir mendengar marga kwon dibelakang nama Yuri,ia sangat yakin sekali itu pasti Yuri atau Kwon Yuri..

“Putraku…”Lirih Tuan Kwon hampir menangis,”Tunjukan dia pada ajhushi nak.!”

Jessica hanya menurut saja kata ajhushi itu dengan mengantarnya untuk melihat siapa Yuri sebenarnya,selama ini Jessica sama sekali tidak mengetahui siapa Yuri sebenarnya.

Sepuluh Tahun Yang lalu…

Saat itu musim penculikan dan banyak sekali anak-anak orang kaya menjadi target incaran para penculik tersebut,dengan system meminta tebusan yang sangat mahal jika sang anak mau dikembalikan.Yuri berumur lima belas tahun dan ibunya sudah wafat saat ia masih dalam kandungan,ia dan dan sang Appa hidup berdua saja.Tuan Kwon adalah Presdir Kwon Teknologi Group yang merupakan perusahaan manufaktor Teknologi yang sudah mendunia pesaing Asus dan intel.Yuri juga adalah satu-satunya pewaris takta Presdir itu karena ia merupakan anak semata wayang,ia sebenarnya mempunyai Sepupu Jauh yaitu Im Yoon ah namja yang saat ini sedang menjalani studi kuliah di Harvard.

Siang itu Yuri yang terlihat kelelahan menunggu empat mobil penjemputnya yang belum juga datang padahal sudah jam dua belas siang,ia terlihat kesal ditambah juga lapar dan segudang keluhan lainnya.Dari kejauhan lima orang preman berbusana gelap dan bertopeng terlihat hendak bersiap menangkap targetnya,Tuan Muda Kwon Yuri yang sangat berharga bagi Kwon Teknologi Group.

Yuri merasakan ada keanehan disekitarnya,karena firasatnya sedang tidak baik secepat kilat ia berlari kearah luar kota Icheon sehingga preman-preman itu kaget dan tidak begitu saja membiarkan diri terkecoh oleh bocah ingusan.Sedangkan Yuri semakin ketakutan saat merasa bahwa dirinya memang dikejar oleh para penjahat,ia ingin menangis tapi dia ingat nasehat Appanya bahwa seorang Namja harus kuat dan tidak boleh cengeng.Ia terus berlari meski kaki sudah seperti mau terlepas dan Jantung seakan ingin copot.

“Hei bocah..mau kemana kau..!!!!,”teriak Preman yang bernama Hyosin frustasi karena harus bermain kejar-kejaran dengan bocah kecil.

“Appa..!!Kau dimana..hiks hiks..”Yuri mengusap tetesan air matanya sambil terus berlari melewati gang sepi diujung kota icheon.

sementara itu..

“Apa..!!!!Yuri menghilang…..!!!!!!Tidak mungkin….!!!!….”

Flasback end

Disaat ruangan Yuri sedang sepi terlihat seorang perawat masuk,ia  segera mendekati Yuri yang masih koma.Perawat itu tanpa ada rasa kasihan segera menyuntikkan racun mematikan di botol infus Yang mengalir ketubuh Yuri,cairan itu sangatlah berbahaya dan dapat membuat seseorang mati total.Perawat Gadungan itu segera pergi setelah menyelesaikan tugasnya dan tak lama kemudian terlihat efek racun itu mulai mempengaruhi stabilitas tubuh Yuri,perlahan jemarinya bergerak dan mencekram keras selimutnya dan tubuhnya mulai terlunjak-lunjak.

“Tittt…tiit….tiit….tiiit….tii..ttiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttt,”Suara Mengerikan keluar dari mesin pendeteksi Jantung itu sehingga tubuh Yuri membiru dan kaku di tempat.

“Sica……hhhh…”Gumam Yuri pelan sebelum akhirnya ia tidak lagi begerak dan jantungnya berhenti.

“Yurihhhhh…………..!!!!!!Kau kenapaa….!!!!!!!,”Pekik Jessica saat baru mendatangi  ruangan Yuri,ia tidak percaya apa yang ia lihat.

“Dokter….!!!!!Tolong…..!!!!dokterrrrrr…!!!!!”Pekik Jessica dengan Dolpih Sound.Yuri sama sekali tidak bergerak dan jemarinya masih terlihat kaku karena efek mencekram selimut .

“Maafkan Kami noona,Yuri tidak bisa kami selamatkan lagi dia sudah wafat..”Kata dokter prihatin sesaat setwlah Yuri diperiksa.

“Apa dok..!!!Putra saya mati…!!!!!!Tidak mungkin…!!!!!!!Tidaaakkkk Yurihhh….bangun nak nak…ini ayah..!!,”Tuan Jung tidak dapat menahan air matanya dan terus menerus mengguncang tubuh putra semata wayangnya itu,putra yang selama sepuluh tahun ini ia mencarinya,berharap sekali bisa bertemu dalam keadaan baik namun ternyata takdir berkata lain.

++++++++

Di Pemakaman ini Jessica dan Tuan Kwon Berdiri memandang batu nisan yang bertuliskan Kwon Yuri,semua terjadi begitu cepat dan tidak diduga begitu juga para readers meneteskan air mata tapi tidak untuk Jessica.Ia diam dalam Amarah,kesal,benci,rindu,sedih dan frustasi,pikirannya sudah kosong dan tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat dan rasakan selama ini.Ingin rasanya ia memeluk namja tanned yang penuh perhatian itu,dorky,mudah menangis dan semua yang ada di namja itu sangat ia rindukan.

“Dia adalah malaikat yang diturunkan untukku,untuk menemaniku disaat aku kesepian tapi sekarang ia sudah kembali ke langit hiks hiks…”Ujar Jessica tersenyum dengan air mata yang terus mengalir,kalung berlian yang terpasang indah di lehernya menjadi saksi bahwa seorang Jessica pernah pertemu sosok malaikat bernama Kwon Yuri.

“Kau benar nak,terimakasih kau sudah menjaganya selama ini,aku sangat menyayanginya dan orang yang ia sayangi,dia sebenarnya anak yang manja dan selalu ingin diperhatikan,”

“Benarkah..hiks hiks..”Jessica seakan tak percaya jika Yuri selama ini sangat membutuhkan kasih sayang,Yuri tidak pernah sedikitpun meminta perhatian darinya kecuali kemarin dan itupun untuk yang terakhir kalinya.

“Hiks..hiks ,mianhae my Heart,my boys, his hiks..”Jessica terduduk lemas menyadari kesalahannya selama ini yaitu kesalahan yang membuat Yuri pergi selama-lamanya…

Saranghae Kwon Yuri

TBC

Hiks hiks..gimana readers masih mau main main ama saya,aduh gimana ya ff ni jalan ceritanya tidak bisa ditebak …

he he…

ayo ngaku siapa yang kesel,sebel,marah,and sedih…hi hi

Advertisements

24 thoughts on “Loser Chap 03

  1. ntar yulsic pasti balik dengan wujud ghost yang menjaga sica dari tae hingga akhirnya sica hidup dalam dunia cinta yang rumit hahaha
    ngawur ye

    Like

  2. busett lu beneran kampret thor. sica hanya untuk yul seorang gw kagak rela ngeliat sica sama yg lain hiksss ;( .. buat yul idup lagi thor klo gk gw sedih nih wahahahha okelh thanks for update greget bgt nih ff 😀

    Like

  3. Author pov.

    Seorang gadis tengah membersihkan rumput liar yg tumbuh di kebun sayur milik orang tuanya. Setiap minggu pagi atau di hari libur sekolah gadis itu selalu menyempatkan diri untuk membantu kedua orang tuanya yg berprofesi seorang petani sayuran di kebun milik mereka.

    Gadis itu menemani appanya yg sedang menyiram sayuran di sore hari sambil berbincang-bincang.

    “Apa kau sudah memiliki kekasih?” Tanya appa gadis itu padanya

    “Aniya.. aku belum ingin memiliki kekasih..” balas gadis itu

    “Benarkah?.. tapi appa pikir kau sudah memiliki kekasih sejak lama..” jelas appanya

    “Huh.. appa sok tahu..” timpal gadis itu acuh

    “Umma juga berfikir demikian.. karena setiap umma lihat kau sedang sendiri dan memainkan handphone.. kau senyum-senyum sendiri dan seperti orang yg sedang jatuh cinta..” jelas umma gadis itu yg mendengarkan percakapan suami dan anaknya itu

    “Ah.. umma juga seperti appa.. sok tahu!!..” gadis itu kembali mengelak penjelasan orang tuanya dan memilih kembali ke rumah menghindari pertanyaan-pertanyaan dari appa dan ummanya

    “Aku belum selesai bicara.. anak itu main pergi-pergi saja..” kata appa gadis itu sambil menggelengkan kepala melihat anaknya pergi menuju rumah mereka yg sebenarnya terletak di pinggir kebun dan hanya terhalang oleh pagar kayu

    .

    Gadis yg sore tadi membantu appanya kini sedang duduk di ruang tamu keluarga, ia tengah tersenyum membaca pesan dari seseorang yg sepertinya special, kedua orang tuanya yg melihat anak bungsu mereka hanya menggelengkan kepala melihat sikap gadis itu yg setiap kali mendapat balasan ia akan tersenyum, dan bila seseorang yg membalas pesannya itu lama wajah gadis itu menjadi gelisah.

    Tulalitt..tulalitt..

    Ponsel gadis itu berbunyi ada panggilan masuk, ia berlari ke kamar dan mengangkat panggilannya. Klik

    “Yeobseyo” kata gadis itu

    “Apa kau sedang sibuk? Kalau tidak.. aku ingin meminta tolong padamu?” Tanya orang di sebrang sana

    “Aniya.. wae?” Balas gadis itu

    “Aku sedang berada di kediaman keluarga jung.. apa kau bisa menjemputku?” Tanya orang itu lagi

    “Baiklah.. aku segera kesana” jawab gadis itu, seseorang yg tadi menelponnya langsung memutuskan panggilan

    Gadis itu keluar dari kamarnya dan meminja izin pada kedua orang tuanya untuk keluar rumah. Setelah mendapat izin ia menuju garasi di samping rumahnya dan menghidupkan motor jadul pemberian dari kakak laki-lakinya, ia langsung menjalankan motor kesayangannya ke kediaman keluarga jung.

    .

    Sesampainya di depan gerbang tinggi bercat putih, gadis itu langsung menekan bell yg ada di dinding samping kanan gerbang..

    teet..teet..teet..

    Lalu keluarlah seorang maid membuka pintu gerbang sedikit untuk mempersilahkan motor gadis itu masuk ke dalam. Jarak antara pintu gerbang dengan kediaman utama keluarga jung masih sekitar 100m sehingga gadis itu memutuskan untuk memarkirkan motornya di depan pos security. Ia mengeluarkan ponsel yg berada di saku celananya dan mencari kontak panggilan terakhir lalu mendial kembali nomor tersebut.. tut..tut.. klik

    “…”

    “Aku sudah berada di kediaman keluarga jung.. sekarang aku tunggu kau di pos security” kata gadis itu

    “Aku belum selesai mengerjakan tugasnya.. kau masuk saja” kata orang yg berada di kediaman keluarga jung

    “Ohh.. kalau begitu aku tunggu disini saja..” jawab gadis itu

    “Ya sudah..” kata orang itu dan memutuskan panggilan

    .

    Kini gadis itu tengah menunggu seseorang tadi sambil meminum
    teh pemberian dari maid yg
    bernama park ahjumma,
    mereka kini tengah
    berbincang-bincang ringan

    Tin..tin

    Terdengar suara klakson
    mobil di luar gerbang, park
    ahjumma segera menghampiri dan membuka
    gerbang itu. Masuklah
    mobil mewah berwarna
    hitam metalic memasuki
    kediaman keluarga jung.

    “Tadi siapa ahjumma?”
    Tanya gadis itu ketika park ahjumma kembali ke
    tempat duduknya semula

    “Sepertinya itu teman
    nona jessica..” balas park
    ahjumma dan gadis itu hanya mengangguk

    “Kenapa pesanku tidak ia
    balas ya..? Apa dia terlalu
    sibuk..” pikir gadis itu ketika pesannya tidak di balas oleh seseorang

    .

    Sudah hampir dua jam gadis itu menunggu hingga kini waktu menunjukan pukul 21.17 ksl . Rintik hujan sedikit demi sedikit mulai turun membasahi tanah, park ahjumma sudah menyarankan agar gadis itu menemui temannya saja yg berada di ruang tamu keluarga jung, namun gadis itu enggan dan masih bertahan pada posisinya.

    Tes..tes..

    Hujan deras pun menyusul menggantikan gerimis kecil tadi, membuat gadis itu terpaksa menyampingkan motornya dari tetesan air hujan karena akan membuat mesin motornya
    sulit untuk di hidupkan bila
    terkena hujan terlalu
    lama.

    “Semua ini aku lakukan
    karena aku ingin bertemu
    denganmu..” batin gadis itu yg kini ikut berteduh di pos security

    Tulalit..tulalit..

    Gadis itu melihat ponselnya yg berbunyi dan segera mengangkat panggilannya. Klik

    “Maaf.. sepertinya aku akan ikut pulang dengan hae oppa, karena ia membawa mobil.. kau
    tahukan di luar hujan
    sangat deras aku tidak
    bisa pulang jika denganmu,
    kau pasti membawa
    motorkan?” Tanya orang itu

    “Iya aku membawa
    motor..” balas gadis itu

    “Tidak apakan jika aku
    pulang bersama hae
    oppa?” Tanyanya lagi

    “Tidak apa-apa.. lagipula
    lebih baik kau pulang
    bersama hae oppa saja
    agar tidak terjadi apa-apa dengan kesehatanmu..” kata gadis itu sambil tersenyum masam

    “Kalau begitu sudah dulu
    ya.. hae oppa sudah
    memanggilku masuk mobilnya” kata orang itu
    dan memutuskan
    panggilan. Sedangkan gadis itu hanya menatap layar ponselnya

    Tin..tin..

    Mobil mewah yg tadi memasuki kediaman keluarga jung pun akan segera keluar, kini park
    ahjussi yg membukakan
    gerbang untuk mobil mewah itu. Gadis yg berada di pos security hanya melihat kepergian mobil mewah milik lee donghae membawa seseorang yg ia tunggu sedari tadi. Gadis itu pun kembali terduduk setelah mobil mewah tadi pergi dari kediaman keluarga jung, kini ia bukan lagi menunggu seseorang melainkan menunggu hujan kembali reda agar ia bisa segera pulang ke rumah.

    .

    Sudah setengah jam gadis itu menunggu, hujan tak kunjung reda ia pun mencoba menghidupkan motornya dengan bersusah payah.

    Gujrek..
    Tek..tek
    Gujrek..
    Tek..tek..
    Gujrek..
    Wekwekwek..

    Motor miliknya akan sulit di hidupkan ketika mesinnya terkena genangan air, terpaksa ia
    harus menggandeng motornya sampai ke rumahnya. Saat ia berpamitan pada park ahjussi tiba-tiba park
    ahjumma menghampirinya.

    “Nona muda menyuruh anda memakai ini” kata park ahjumma memberikan jas hujan pada gadis itu. “Kamsahamnida” balas gadis itu menerima jas dan
    memakainya. Setelah selesai memakainya ia kembali berpamitan dan langsung berlalu pergi dari kediaman keluarga jung dengan menyeret motor
    jadulnya.

    .

    .

    .

    Pagi ini di sekolah STAR HIGH SCHOOL terdengar keributan di halaman sekolah karena beberapa murid yg antusias menunggu hasil nilai ujian semester satu yg di jalani beberapa minggu yg lalu. Para murid berharap hasil nilai mereka tidak mengecewakan, ada pula murid yg menunggu peringkat pertama dengan menduduki nilai tertinggi dari semua murid di STAR HIGH SCHOOL. Sebenarnya semua murid tidak perlu lagi penasaran dengan kedudukan itu yg jelas akan di tempati oleh jessica jung pikir mereka. Jessica jung merupakan anak kedua dari Mr. Jung il woo pengusaha kaya di kota seoul. Dari awal masuk sekolah STAR HIGH SCHOOL ia selalu menjadi juara umum tiap semester, maka tak di ragukan lagi kecerdasannya.

    Orang yg tidak mengenal jessica jung pasti berfikir bahwa ia merupakan gadis yg angkuh dan sombong, namun semua itu tidak benar bagi tiffany hwang yg bersahabat dekat dengan jessica, bukan hanya sekedar sahabat melainkan mereka adalah saudara sepupu. Sifat mereka memang sangat berbeda, tiffany yg selalu ramah pada semua orang dengan senyum yg menampilkan eyesmilnya, sedangkan jessica yg selalu memasang wajah datarnya membuat kebanyakan orang berfikir demikian.

    “Jessie.. aku yakin kau akan mendapat peringkat pertama lagi..” kata tiffany yg kini sedang berkumpul dengan yg lain

    “Semoga saja..” balas jessica

    “Ya.. aku juga berfikir seperti itu..” timpal hyoyeon

    “Iya dong.. jessicaku gitu..” tambah taeyeon sambil merangkul bahu jessica

    “Ahh sica.. seharusnya kau memberikan peringkat itu padaku saja.. pasti menyenangkan menjadi peringkat pertama di STAR HIGH SHCOOL dan kedua orang tuaku pasti akan bangga memiliki anak bernama choi sooyoung.. hahaha..” kata sooyoung dan membuat yg lain tertawa

    Empat murid yeoja melewati meja yg mereka tempati dan terdengar sedang mengobrol akan hasil nilai mereka yg cukup dan setidaknya tidak mengecewakan, namun ada beberapa kalimat yg membuat jessica cs bertanya-tanya akan kalimat beberapa murid yeoja yg kini berada di seberang meja mereka.

    “Aku berfikir yg menjadi peringkat pertama di semester kali ini dari kelas 3A.. dan dugaanku benar..” kata yeoja bertubuh paling tinggi di antara ketiga temannya

    “Ne.. tapi aku tidak menyaka ia bisa menjadi peringkat pertama.. aku sedikit meragukannya” balas yeoja berkacamata

    “Hu’um.. aku saja yg rajin sekolah hanya mendapatkan nilai yg sangat pas-pas~….”

    “Apa yg kalian bicarakan hah? Kalian pikir kalian lebih pintar daripada jessica?.. kalian pikir jessica anak yg malas pergi ke sekolah?.. jadi menurut kalian jessica tidak pantas mendapatkan peringkat pertama di sekolah ini?.. apa yg kalian ragukan hah?? Tsk..” taeyeon yg mendengar pembicaraan murid di seberang mejanya langsung melabrak mereka dengan kata-kata yg di penuhi emosi karena tidak terima temannya di ragukan

    “Sabar tae..”

    “Aku tidak terima temanku di bicarakan seperti itu.. mereka meragukan jessica.. kalian bisa apa selain BERGOSIP!!.. brakkk!!”

    “Taeng…”

    Hyoyeon mencoba menahan amarah temannya, tapi taeyeon malah semakin geram dan menggebrak meja kantin sehingga membuat orang-orang yg berada di kantin melihat pada mereka, namun emosinya kembali reda ketika suara jessica memanggil namanya. Sedangkan keempat murid yeoja yg tadi sedang berbincang di buat ketakutan karena amarah taeyeon.

    “K-kami t-tidak bermaksud meragukan jessica. K-kau salah paham ttaeyeon” kata yeoja bertubuh paling mungil di antara temannya mencoba menjelaskan pada taeyeon

    “Salah paham bagaimana maksudmu?” Tanya taeyeon acuh

    “K-kami tadi sedang membicarakan y-yuri..” jawab yeoja itu

    “Yuri? Maksudmu kwon yuri?” Tanya hyoyeon dan di balas oleh keempat yeoja tadi dengan anggukan

    “Y-yuri yg m-mendapatkan peringkat pertama di STAR HIGH SCHOOL..”

    “MWOO!!!?”

    “HAHHH?”

    “kau serius?”

    Jawaban dari yeoja berkacamata membuat hyoyeon, sooyoung dan taeyeon di buat terkejut dan tidak percaya. Menurut mereka yuri bukanlah anak yg memiliki kecerdasan lebih seperti jessica dan bisa di katakan rata-rata saja selama ini, yuri juga sering tidak masuk sekolah jadi apa hebatnya seorang kwon yuri bisa merebut peringkat pertama dari seorang jessica jung yg sudah tidak di ragukan lagi oleh para teman, adik kelas hingga guru-guru di sekolah.

    Sooyoung langsung berlari menuju halaman sekolah untuk melihat hasil nilai yg tertempel di mading dan di ikuti oleh taeyeon dan hyoyeon di belakangnya..

    “Kha..kha..kha..Yuri.. yuri.. kwon yuri.. mana nama itu?” Kata sooyoung

    “Yuri itu sekelas dengan kita soo.. kelas 3A .. kau tidak akan menemukan nama kwon yuri di daftar kelas 1A..” jelas taeyeon

    “Oh ya.. hehe.. ku kira ini daftar kelas kita.. pantas saja aku tidak menemukan nama choi sooyoung di sini. Malah yg ada choi gembul..”

    “98,6..” gumam hyoyeon

    “Apa yg kau katakan hyo?” Tanya taeyeon yg mendengar gumaman hyoyeon

    “Wah.. nilai yuri lebih tinggi daripada jessica..” kata sooyoung melihat nama yuri dan jessica secara bergantian dan membanding-bandingkan nilai mereka berdua “aku tidak menyangka ia lebih pintar dari kita..” tambah sooyoung

    .

    .

    Jessica dan tiffany sedang menunggu ketiga teman mereka, tiba-tiba dua orang datang menghampiri meja mereka.

    “Boleh kami duduk..”

    “Silahkan..”

    Mendengar tiffany mempersilahkan dua orang itu, mereka pun duduk saling berhadapan

    “Ohh ya.. selamat yuri~ah karena telah menggeser posisi sepupuku ini..” tiffany memberikan selamat pada yeoja berkulit tan yg duduk di hadapannya dan menjabat tangan yeoja bernama yuri

    “Gomawo fany~ah.. tapi itu mungkin hanya sebuah kebetulan saja..” elak yuri tersenyum “dan untuk jessica jung selamat ya.. aku merasa kau tetap menjadi yg pertama” tambah yuri mengucapkan selamat pada jessica, jessica hanya mengangguk menanggapinya

    “Sica selamat ya.. meski semester ini kau menjadi yg kedua tapi kau tetap menjadi idola favoritku.. hehe”

    “Gomawo yoong..”

    Yoona menyentuh tangan dan mengucapkan selamat pada jessica, jessica mengucapkan terimakasih dan tersenyum manis menanggapinya.

    “Tidak ada yg bisa menggantikan jessica jung..” batin seseorang yg tidak senang dengan yuri yg menjadi peringkat pertama

    .

    .

    Seorang yeoja terlihat sedang menikmati indahnya taman belakang rumahnya pada pagi ini, sesekali ia melihat ponsel miliknya yg bergetar dengan cepat, ia selalu terkekeh akan hal itu. Hari ini merupakan hari libur pertama di musim semester satu, ia masih belum memutuskan akan berlibur kemana padahal teman-teman yg lain sempat mengajaknya untuk berlibur ke luar negeri atau menikmati indahnya pulau jeju, tapi ia menolak semua itu entah karena alasan apa. Kedua orang tuanya mengizinkan bila ia ingin ikut temannya berlibur.

    .

    Di tempat yg berbeda seseorang masih terlelap di tempat tidur dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Ummanya sudah membangunkan berkali-kali namun hasilnya nihil, anaknya sangat sulit untuk di bangunkan sehingga ummanya itu menuju ruang tamu menghampiri seorang gadis yg ingin menemui anaknya. Ia menyuruh gadis itu untuk membangunkan anaknya saja, gadis itu pun menurut dan menuju kamar anak ahjumma tadi.

    Srekk.. sreettt..

    Gadis itu menarik gorden berwarna putih dan menampilkan cahaya matahari pagi menembus kamar seseorang yg ingin ia temui, ia pun tak lupa menarik selimut dan membuat orang yg tadi berada di dalam selimut mengerang atas perbuatannya, gadis itu hanya terkikik melihatnya

    “Eungghh..”

    “Hey bangun.. ingat janjimu yg akan menemaniku di liburan hari ini dan bla..bla.bla”

    “Sejak kapan kau menjadi secerewet ini?? Ya sudah.. kau tunggu saja aku akan mandi dulu”

    Orang itu pun bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi karena tidak ingin mendengar ceramahan gadis itu lagi.

    Setelah berpakain dengan pakaian alakadarnya ia keluar dari kamarnya menemui gadis tadi di ruang tamu namun sebelumnya ia pergi menuju dapur rumahnya untuk membuat secangkir coklat panas, lalu ia menemui gadis tadi yg sudah kesal menunggunya dari bangun tidur, mandi, berpakaian hingga menuju ruang tamu membutuhkan waktu 2jam ‘mengesalkan’ pikir gadis itu menatap orang yg seakan tidak mengetahui bahwa dirinya benar-benar di buat kesal.

    “Sudah.. jangan pasang wajah seperti itu.. kau terlihat semakin jelek..” kata orang itu dan membuat gadis di hadapannya semakin kesal “hari ini aku akan menemanimu kemanapun kau mau.. bagaimana?” Perkataan orang itu membuat gadis yg tadinya sudah memasang wajah yg super bete seketika matanya berbinar setelah mendengar perkataan orang yg akan menemaninya kemanapun, ia pun tersenyum dan mengangguk senang.

    orang itu mengeluarkan motor jadulnya yg selalu ia rawat bersama gadis itu, ia memang sering berpergian bersama gadis itu menggunakan motor miliknya.

    “Berpeganganlah.. nanti kalau kau jatuh aku yg di salahkan?” Kata orang itu pada gadis yg duduk di belakangnya

    “Tidak mau..” balas gadis itu bersedekap membuat orang itu menggembungkan pipinya.

    .

    “Hyo.. aku ingin ke rumah jessica.. ayo kita ke sana” kata sooyoung pada hyoyeon yg mengendarai kendaraannya, hyoyeon hanya mengangguk dan melajukan kendaraannya ke kediaman keluarga jung. Sesampainya di sana mereka melihat ada kendaraan lain terparkir di depan taman dan melihat dua orang yg mereka kenali.

    “Taeng.. yoong.. kalian sedang apa disini?” Tanya sooyoung pada teman sekolahnya yg juga ada disana, terlihat taeyeon yg hanya memakai t-sirt biru dan celana jeans putih sedangkan yoona terlihat lebih rapih dari taeyeon

    “Ahh.. soo.. hyo..” kata taeyeon melihat kedua temannya menghampiri dirinya sedangkan yoona telah masuk ke dalam rumah keluarga jung

    “Kau sedang apa di sini?” Tanya hyoyeon

    “Yoong memintaku menemaninya kesini, dan kebetulan aku juga sedang bosan dirumah.. ya aku ikut saja” taeyeon berjalan memasuki rumah megah itu di ikuti kedua temannya yg hanya ber-oh ria.

    Di dalam rumah keluarga jung tepatnya di ruang tamu, mereka berempat sedang asyik mengobrol dan bercanda dengan jessica jung selaku tuan rumah, sooyoung duduk di bawah sofa dan menghadap ke meja tamu yg berisikan jamuan makanan dan minuman, hyoyeon duduk di sofa yg hanya memuat satu orang, sedangkan taeyeon sedang merebahkan tubuhnya di sofa yg bisa memuat tiga orang dan sooyoung yg duduk di bawah sofa taeyeon yg beralaskan permadani dan di seberangnya ada yoona dan jessica duduk di sofa yg memuat untuk dua orang.

    “Besok kita pergi mendaki gunung, yuk..” usul hyoyeon

    “Jangan.. itu terlalu berbahaya,. Bagaimana kita pergi ke restoran” balas sooyoung dan membuat yg lainnya menggelengkan kepala

    “Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke taman kota saja..” usul jessica, yoona mengangguk dan taeyeon terbangun dari rebahannya dan menyetujui usul dari jessica

    “Kita kesana naik apa? Aku dan taeyeon hanya membawa motor, sedangkan kita berlima.. masa cengtri”

    “Kita berenam hyo.. karena tiffany akan ikut.. kalau begitu memakai mobilku dan tiffany saja” kata jessica menjawab kebingungan hyoyeon dan tak berapa lama kemudian tiffany datang menghampiri mereka berlima karena mendapat pesan dari sepupunya yg akan pergi ke taman kota. Jessica meminta park ahjussi untuk mengeluarkan mobil yg ada di garasi rumahnya, karena jessica dan tiffany tidak bisa mengendari mobil maka keduanya memutuskan taeyeon dan yoona yg menjadi pengemudi mobil mereka, tiffany menyuruh supir pribadinya untuk pulang saja. Taeyeon mengemudikan mobil tiffany dan yoona yg mengemudikan mobil jessica, sedangkan hyoyeon dan sooyoung memilih menumpangi mobil tiffany karena taeyeon yg meminta mereka. Kedua mobil mewah pun membelah jalan kota seoul pada siang itu.

    .

    Taeyeon, sooyoung, hyoyeon dan tiffany sedang asyik bercanda ria di dalam mobil. Mereka saling mentertawakan ekspresi lucu yg mereka perlihatkan satu sama lain. Sedangkan di dalam mobil milik jessica terlihat lebih tenang.

    “Sica.. kenapa kau memilih taman kota?”

    “Hanya ingin saja.. memang kenapa?”

    “Ahh aniy.. aku hanya ingin bertanya saja..”

    “Hmm..”

    “Oh ya sica.. aku berencana minggu depan akan menginap beberapa hari di villa appaku yg ada di busan.. kau ikut ya.. jeball”

    Jessica terdiam sejenak memikirkan apakah minggu depan ia ada acara? Apakah appa dan ummanya akan mengizinkannya? Pikirnya melamun.

    Tulalit..tulalitt

    Suara ponsel miliknya membuat ia tersadar dari lamunannya, jessica melihat siapa yg menelponya. Klik

    “Yeobseyo?” Kata orang di seberang sana

    “Ne..” balas jessica

    “Sica~ah aku sedang di rumahmu, tapi kau tidak ada.. kau sedang bersama siapa??” Tanya orang itu

    “Aku bersama yoona dan yg lainnya..”

    “Kau ada dimana sekarang?” Tanyanya lagi

    “Aku sedang menuju ke tamann… srett.. tut..tut..”

    Panggilan jessica terputus ketika yoona merebut ponsel miliknya. Yoona terlihat kesal karena perkataannya tadi tidak di tanggapi oleh jessica yg malah melamun dan mengangkat panggilan orang lain.

    “Yoong.. Apa yg kau lakukan?” Jessica kembali merebut ponsel miliknya ditangan kanan yoona

    “Kenapa kau mengabaikan perkataanku dan malah berbicara dengan orang lain?”

    “Ahh.. soal tadi aku minta maaf.. aku sedang berfikir apakah aku ada acara atau tidak untuk minggu depan dan aku takut appa dan eomma tidak mengizinkanku..” jessica menjelaskan alasannya

    “Aku tahu kau tidak ada acara apapun.. dan kalau masalah izin.. aku yg akan meminta izin pada appa dan eommamu.. tenang saja.. mereka pasti akan mengizinkan” kata yoona

    “Selain aku.. siapa lagi yg sudah kau ajak, yoong?” Tanya jessica

    “Aku baru mengajak taeng dan yul..”

    “Lalu jawaban mereka?”

    “Taeng akan ikut.. kalau yul belum pasti.. nanti setelah kita sampai di taman kota.. aku akan meminta fany, hyo dan soo untuk ikut. dan mereka boleh mengajak orang lain juga” jelas yoona, jessica kembali berfikir sejenak

    “Baiklah aku ikut..” jessica pun menyetujui untuk ikut

    .

    Mereka berenam telah sampai di taman kota seoul. Meski jam hampir menunjukan pukul 12 siang tapi suasana di taman itu terasa teduh dan asri karena banyak pepohonan yg tumbuh dan selalu di bersihkan oleh petugas kebersihan. Taeyeon dan yoona memarkirkan mobil di tempat yg tidak terlalu ramai pengunjung, sooyoung keluar terlebih dahulu dari mobil dan langsung berlari menuju cafe, “dasar bakul bolong..” kata hyoyeon dan membuat yg lainnya tertawa dan menuju cafe yg sooyoung datangi.

    .

    Yoona langsung menjalankan aksinya mengajak yg lain untuk ikut bersamanya pergi ke busan yg tepatnya berlibur di villa milik keluarganya.

    “Di sana banyak makanan tidak? Kalau tidak ada.. aku tidak akan ikut.. aku tidak mau mati kelaparan..”

    “Aigoo…” poor mereka berlima mendengar jawaban sooyoung yg selalu menyangkut kebutuhan pokok 😀

    “Aku akan mengajak sepupuku, sunny.. bolehkah yoong?” Tanya hyoyeon, yoona hanya mengangguk dan tersenyum

    Jessica yg sedang menyeruput jus strawberry-nya di buat kaget ketika taeyeon yg duduk di samping kanannya menepuk bahunya sedikit kencang, “uhuk!” Membuat jessica tersendak oleh minumannya, taeyeon segera meminta maaf dan tertawa dork atas ulahnya sendiri

    “Lihat disana.. ada tempat penyewaan sepeda..” tunjuk taeyeon pada yg lain ke arah seberang jalan

    “Lalu??” Tanya tiffany

    “Kita menyewa sepeda itu untuk berkeliling taman ini, bagaimana?” Usul taeyeon dan langsung mendapat respon positif dari para temannya

    Setelah membayar semua makanan yg sebenarnya di pesan oleh sooyoung, jessica langsung mebayarnya dengan uang cash. Taeyeon cs pun keluar dari cafe tersebut dan berjalan kaki sekitar 30m untuk mencapai tempat penyewaan sepeda. Mereka langsung menyewa sepeda di tempat itu, taeyeon dkk mengayuh sepeda mereka berkeliling taman yg luas itu, sesekali taeyeon dan yoona saling menyusul dan di ikuti oleh sooyoung dan hyoyeon yg ingin mendahului satu sama lain.

    Jessica dan tiffany mengayuh sepedanya dengan santai tanpa ingin mengikuti keasyikan yg lainnya.

    “Tiff.. apa kau akan ikut ajakan dari yoong?”

    “Ya aku akan ikut” balas tiffany “sebenarnya.. mommy dan daddy juga mengajakku berlibur ke paris tapi aku malas. Dan lagi pula sepertinya akan menyenangkan liburan kali ini jika aku pergi dengan teman-teman” tambahnya

    “Hmm.. benar juga.. tapi aku akan menerima ajakan yoong jika ia menepati janjinya”

    “Memang yoong menjanjikan apa padamu?”

    “Ia yg akan meminta izin pada appa dan eomma untuk mengajakku pergi ke villa keluarganya..”

    “Hmm…”

    “Ya.. kau tahu tiff, aku selalu suka cara yoong mengajakku pergi.. ia selalu bisa membuat appa dan eomma memperbolehkanku pergi tanpa mereka. Selain kau,yoong, tae, hyo dan soo kedua orang tuaku tidak akan memperbolehkanku pergi jauh. Nasib kita tidak jauh berbeda, kita terlahir dari keluarga yg terpandang, kedua orang tua kita over protektif dalam segi hal apapun. Apalagi menyangkut kita anaknya. Bla.. bla.. bla.. ya kan, tiff.. tiff?”

    Jessica menceritakan apa yg ia rasakan tanpa ia sadari lawan bicaranya sudah tidak ada di belakangnya lagi. Karena tidak mendapat respon dari tiffany, ia menolehkan kepalanya ke belakang dan tidak melihat sosok sepupunya yg jelas-jelas tadi tiffany yg mengikuti ia di belakang. “Tiff.. hey tiff.. jangan bercanda.. hwang miyoung!!” Jessica memutar balik arah sepeda dan meneriaki nama sepupunya yg entah kemana.

    “Ahh itu dia..” jessica melihat tiffany sedang duduk di bangku taman tanpa memikirkan perasaan jessica yg khawatir mencarinya. Jessica mempercepat kayuhannya untuk mencapai tempat tiffany dan seseorang yg ada di sana “kha,, kha.. sekali lagi kau berbuat seperti ini.. aku akan menggantungmu hwang miyoung..” jessica mengatur nafasnya dan memarai tiffany yg membuatnya khawatir sekaligus kelelahan

    “Hehe maaf.. tadi aku melihat anak ini sedang menangis jadi ku hampiri saja” kata tiffany tanpa rasa bersalah

    “Memang apa yg membuatnya menangis?”

    “Dia bilang tadi ada seorang yeoja menabrak dirinya karena yeoja itu berlari menjauh dari kekasihnya yg sedang menyeret motor itu” tiffany menunjuk sebuah motor di samping anak itu “Dan alhasil es krim milik anak ini terjatuh, dan ia menangis” tambahnya

    “Lalu kemana sepasang kekasih itu? Kenapa mereka meninggalkan motornya dan anak ini disini? Tidak bertanggung jawab..” kesal jessica

    “Mereka bilang akan mengganti es krimku asal aku menunggu motor ini sampai mereka kembali dari kedai es krim” kata anak itu

    “Hmm.. kalau begitu kami akan menemanimu disini, oke” tiffany menghibur anak itu dan ..

    .

    .

    Tbc

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s